Friday, June 14, 2019

5 CARA MUDAH MENULIS ARTIKEL BAGI PEMULA

 cara mudah menulis artikel bagi pemula


Awal saya mempelajari dunia literasi lebih dalam di tahun 2015, saya lebih suka menulis fiksi seperti cernak ataupun cerpen. Namun seiring berjalannya waktu, banyaknya teman penulis yang saya kenal, saya mulai tertarik untuk menulis non fiksi atau artikel. Ketertarikan ini tidak lain adalah saat teman-teman penulis yang berhasil memperoleh penghasilan dari menulis artikel di situs berbayar. Siapa sih yang nggak mau memperoleh penghasilan dari hobi menulis. Karena rasa ingin tahu dan ketertarikan itulah saya bertanya pada senior di dunia literasi. Bagaimana caranya bisa bergabung menjadi content writer pada sebuah situs, syarat apa saja yang harus saya penulis.

Menjadi content writer tentu tidak mudah. Banyak yang berbondong-bondong mendaftrakan diri. Content writer pun semakin menjamur. Seorang content writer saja bisa menulis di 5 situs artikel online berbayar. Hal ini terjadi tak lain karena bakangan ini trend mencari informasi memang sudah semakin canggih. Banyak orang yang sudah tidak mau lagi repot-repot membeli koran atau menonton televisi hanya sekedar untuk mendapatkan dan mengetahui berita. Tinggal membuka gawai, mereka akan mencari informasi dari internet, terlebih kaum anak muda.

Dampaknya situs menulis online di Indonesia pun semakin banyak bertebaran dan bersedia menerima kontributor/penulis lepas. Bahkan ada yang berstatus penulis tetap, walaupun pengerjaannya tetap freelance. Situs tersebut tentu tidak hanya menerima tulisan saja, melainkan juga membayar para penulisnya dengan imbalan yang lumayan tinggi.

Untuk menjadi content writer dan bisa menulis artikel memang dibutuhkan keahlian dalam mengolah kata-kata, dengan tujuan untuk menarik pengunjung dan pembaca situs penyedia. Namun, jika menulis menjadi passion-mu tentu hal itu bukanlah hal yang sulit kok. Dan untuk menjadi content writer kamu harus mengikuti peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh situs penyedia. Memang ada beberapa situs yang tergolong ketat dalam penerimaan penulis dan artikelnya. Namun ada juga yang sangat mudah dan tidak perlu bersusah payah dalam pembuatan artikel. Tema atau topik artikel yang akan ditulis pun lumayan banyak. Semua tergantung keinginan penulis akan memilih topik yang mana sesuai dengan pengetahuan dan hobbinya.

Saya sendiri pada awalnya menuangkan ide di blog pribadi, tapi setelah blog saya diterima adsense Kini saya sedang berusaha untuk menjaga komitmen dan konsistensi untuk menulis di blog pribadi dan juga situs artikel berbayar. Selain itu saya juga masih menulis cerita fiksi untuk dikirim ke media massa.

Namun, tidak bisa dipungkiri jika membuat dan mengembangkan blog itu bukanlah hal mudah. Saya yang sudah mulai nge-blog tahun 2015 saja masih sering jatuh bangun. Mood yang tak menentu, bosan juga writer's block.

Untuk menjadi content writer, tentu kamu harus bisa menulis artikel. Selain itu kamu juga harus memiliki semangat yang kuat, sebab kamu harus bersaing dengan ribuan content writer yang ada. 

Berikut ini akan saya bagikan 5 cara mudah menulis artikel yang saya pelajari dari senior di dunia literasi.

1. Ide
Foto : Pixabay

Ide adalah gagasan utama tulisan. Kamu bisa mendapatkan ide dari sekelilingmu. Mendapat ide dari membaca buku, melihat story atau  bahkan curhatan teman.Misalnya saja teman kamu sedang curhat tentang kebingungannya untuk memilih kado untuk calon mertuanya, maka kamu bisa deh buat artikel tentang  5 tips memilih kado yang tepat untuk calon mertua hihi ... Seorang penulis itu dituntut memiliki kepekaan yang tinggi untuk menangkap ide yang ada di sekitarnya.

2. Membuat outline dan lakukan riset

Foto : Pixabay


Outline adalah kerangka tulisan. Outline sangat berguna bagi penulis. Outline ibarat kompas, saat kamu berada di hutan belantara.

Outline berguna agar kamu tidak melewati jalur apa yang ingin kamu tulis Agar paragraf yang dikembangkan tidak keluar dari relnya dan membuat isi paragraf semakin kaya. Selain membuat outline kamu juga harus melakukan riset sebelum menulis. Riset harus dilakukan agar tulisanmu valid, berkualitas dan berbobot.

3. Speed atau kecepatan

Foto : Pixabay


Sebagai content writer, kamu harus mempunyai speed atau kecepatan menulis. Misalnya saja kamu mempunyai target sehari menulis satu artikel atau one day one article. Atau jika one day one article terlalu berat, maka kamu bisa menulis one week one article.

4. Memiliki stok tulisan

Foto : Pixabay

Sebagai penulis. Entah penulis artikel ataupun fiksi kamu harus mempunyai stok tulisan. Apalagi kamu sebagai content writer. Wajib punya stok tulisan. Maka buatlah kalender event. Tulisanlah beberapa tema dalam seminggu atau bahkan sebulan. Jadi kamu tinggal mengembangkan tema tersebut.

5. Perbanyak menulis dan membaca

Foto : Pixabay


Untuk menjadi penulis, hanya satu yang perlu kamu lakukan. Menulis, menulis dan menulis. Perbanyaklah menulis artikel adalah salah satu jalan untuk terampil menulis artikel. Latihan membuat outline lalu mengembangkannya menjadi paragraf-paragraf. Jangan lupa untuk melatih dirimu. Dimulai dari menulis 100 -200 kata, 200-300 kata, hingga menjadi 1000 kata bahkan lebih.

Selain banyak menulis, kamu juga harus banyak membaca. Membaca adalah gizi bagi penulis. Membaca tak hanya membaca buku saja. Sebagai penulis kamu juga harus mampu membaca fenomena yang ada di sekitarmu. Membaca akan membuat pengetahuanmu bertambah sekaligus belajar dari tulisan orang lain, bagaimana cara ia memaparkan ide-idenya atau fakta-fakta di lapangan, sehingga seorang penulis itu menjadi kaya ide, kaya wawasan dan kaya ilmu menulis.

Semoga apa yang saya bagikan bisa bermanfaat untuk teman-teman. Jangan patah semangat untuk tetap menulis. Jika kamu sudah mencoba mengirim artikelmu ke situs artikel berbayar tapi belum mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Terus mencoba hingga berhasil. Karena untuk menulis artikel di situs berbayar memerlukan waktu, artikelmu juga harus dikurasi untuk dinyatakan layak atau tidak untuk diterbitkan. Atau untuk permulaan, kamu bisa menulis artikel di blog pribadimu sebagai latihan. Di dunia ini tidak ada yang instan. Semua butuh proses dan waktu.  Dan proses tidak akan mengkhianati hasil.

Thursday, June 6, 2019

PERBEDAAN BLOGGER DAN CONTENT WRITER

blogger, content writer



Kegiatan menulis bisa dilakukan di media apa saja. Bisa dikirim ke media massa, menulis di blog atau pada sebuah website bahkan di di diary. Semua media tersebut sudah pernah saya tulis. 

Beberapa hari lalu ada seorang teman yang bertanya “Apa itu Blogger, Content Writer dan juga Freelance writer” Dia menanyakan ketiga perbedaan tersebut karena melihat deskripsi pada blog saya. 

“Kenapa nggak ditulis Penulis aja gitu mbak Yen?” 

Hmmm … bisa juga seperti itu, tapi biar lebih spesifik saja sih sebenarnya hehe … 

Blogger adalah seseorang yang menulis di blog pribadi. Untuk menjadi blogger berarti kamu harus suka menulis dan harus memiliki konsistensi untuk menulis di blog. 

Content writer adalah orang yang menulis konten-konten relevan yang akan ditampilkan pada sebuah website. Untuk menjadi content writer kamu dituntut menulis sesuai tema yang ada di website tersebut. Hal ini dikarenakan setiap website mempunyai target pembaca yang berbeda serta memerlukan konten yang sesuai dengan target pembaca. Sebuah konten juga harus mempunyai beberapa hal yang mampu membuat para pembaca tertarik untuk mengunjungi website tersebut. 

Saya sendiri, selain menulis di blog pribadi juga menulis pada website artikel berbayar sejak tahun 2017 (lebih tepatnya freelance content writer dan saya mendapat fee ketika konten yang saya tulis berhasil mencapai target viewers, konten yang shareable dan berada di homepage’s website tersebut. 

Tentu untuk menulis di blog pribadi dan di website itu jelas berbeda. Maka dari itu seorang blogger dan content writer harus tahu apa perbedaan dari keduanya. 

Sudut pandang penulisan 

Seorang blogger menulis menggunakan POV 1 atau sudut pandang orang pertama yaitu aku atau saya. Jadi seorang blogger bebas untuk menyebut aku atau saya pada artikel yang ia tulis. 

Content writer menulis menggunakan POV 3 atau sudut pandang orang ketiga, Jadi seorang content writer tidak akan menyebut kata aku atau saya di sepanjang artikel yang ditulisnya, 

Isi tulisan 

Isi tulisan dari seorang blogger mengungkapkan opini ataupun pendapat pribadinya terhadap suatu masalah tertentu yang dituangkan melalui tulisan 

Seorang content writer menulis artikel menitikberatkan tulisannya pada data, riset, statistic atau bukti-bukti aktual lainnya kemudian menyajikannya melalui sudut pandang seorang “ahli”. 

Artikel yang ditulis oleh content writer adalah tema umum, jika dibandingkan dengan tulisan di dalam blog yang lebih bernada personal. 


Jika kamu mempunyai minat menjadi seorang content writer, kamu harus sering berlatih menulis dan jangan takut mencoba mengirim tulisanmu ke website artikel berbayar.  Semakin banyak kamu menulis, maka semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang kamu dapat. 

Untuk menjadi content writer ataupun blogger kamu harus menulis artikel yang unik, menarik dan berkualitas serta memberikan manfaat bagi pembaca. 

Jika ingin artikel yang kamu tulis dapat bersaing di mesin pencari Google dan menjadi ranking 1 kamu harus belajar teknik SEO. 

Bagi saya pribadi mau menulis di blog pribadi, website artikel berbayar atau dikirim ke media massa bahkan menulis di diary sekalipun yang terpenting bisa mencurahkan apa yang ada di pikiran dan membuat perasaan lega.


Monday, May 27, 2019

PENGALAMAN MENJADI CONTENT WRITER DAN REKOMENDASI 5 SITUS ARTIKEL BERBAYAR

content writer situs artikel berbayar


Saya menyukai menulis sejak kecil. Saat saya sudah mampu untuk mengenal huruf dan merangkainya menjadi sebuah kata menjadi kalimat dan paragraf lalu menjadi sebuah cerita.

Alhamdulillah dari hobi menulis, saya bisa memperoleh penghasilan sendiri. Saat mempelajari dunia literasi lebih dalam di tahun 2015 saya lebih menyukai menulis fiksi yaitu berupa cernak (cerita anak) ataupun cerpen (cerita pendek)

Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya teman sesama penulis yang saya miliki dengan berbagai macam latar belakang, membuat saya tertarik untuk menulis artikel. Dan di tahun 2017 saya mencoba mendaftarkan diri menjadi content writer di Brilio

Jika kamu tertarik untuk menjadi freelance content writer dan mendapatkan penghasilan seperti saya. Selain bisa memperoleh tambahan penghasilan namamu bisa dikenal banyak orang lho. Pasti menarik dan menyenangkan 'kan?

Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah website atau situs mana yang tepat untuk menerima tulisanmu dan tentu saja situs tersebut terbukti membayarnya. Berikut saya rekomendasikan 5 situs artikel berbayar.


Foto : Brilio.net


Saya menjadi content creator di Brilio tahun 2017. Sudah ada 100 lebih artikel yang saya tulis di Brilio. Brilio akan memberikan fee sebesar Rp. 200.000 untuk setiap artikel (dipotong 3% yang tidak punya NPWP, dipotong 2% untuk yang memiliki NPWP)

Tapi perlu diingat tidak semua artikel yang tayang di Brilio mendapat fee ya teman-teman. Perlu dicatat! Tulisan yang mendapat fee adalah tulisan yang berhasil dimuat di homepage's Brilio.

Dari 100 lebih tulisan saya di Brilio baru 10 artikel yang berhasil mejeng di homepage's brilio. Memang tidak mudah menduduki posisi homepage's brilio, tapi bukan berarti tidak bisa kan? Intinya, terus menulis dan jangan menyerah. 


Foto : Idntimes.com

Saya sudah mempunyai akun di IDN Times tapi belum sempat menulis. Situs ini sangat cocok bagi kamu, penulis pemula yang ingin terjun dan belajar menjadi penulis lepas, karena apabila hasil tulisanmu kurang baik maka dari pihak idntimes masih mau menyempatkan diri untuk membantu mengeditkan artikel buatanmu agar 100% siap diterbitkan.

Untuk memulai menulis artikel di Idntimes langkah pertamanya adalah kamu harus mendaftarkan diri terlebih dahulu sebagai penulis. Setelah terdaftar cobalah tulis artikel berkualitas yang baik dan benar, supaya tulisanmu cepat diterbitkan oleh pihak Idntimes.

Setiap artikel yang kamu tulis berhasil diterbitkan oleh idntimes maka kamu akan mendapatkan 100 poin. Lalu jika artikelmu mendapatkan 100 viewer/pembaca maka kamu akan mendapatkan 1 poin lagi dan itu akan terus bertambah jika artikelmu semakin banyak dibaca.

Nah disaat poin yang kamu kumpulkan sudah mencapai angka 2500 poin, baru bisa dicairkan ke dalam bentuk uang. Perlu diperhatikan di situs Idntimes 2500 poin itu sama dengan Rp 250.000,-.

Caranya adalah melalui proses redeem poin, yaitu pihak idntimes akan mengirim kamu uang sesuai poin yang dicairkan lewat rekening bank.

3. UC News

Foto : UC news


UC News adalah situs yang membayar tulisanmu dengan dolar. Saya sempat tertarik menulis di UC News tapi dengan berbagai pertimbangan saya urungkan niat tersebut.

Yang perlu kamu perhatikan, menulis di Uc News pendapatan atau upah yang akan kamu peroleh tidak bisa dipastikan berapa jumlahnya. Karena di Uc News mereka tidak membayar penulis dari setiap artikel yang diterbitkan, tapi dari monetasi iklan, yaitu kamu meminta izin pihak Uc News untuk menampilkan iklan mereka di setiap artikelmu yang terbit. Dari iklan tersebutlah mereka akan membayarmu.

Berdasarkan pengalaman teman-teman saya yang menulis di Uc News mereka berhasil mendapatkan puluhan sampai ratusan ribu bahkan ada yang jutaan setiap bulannya. Sangat menggiurkan ya?


Foto : Basabasi.co


Basabasi.co membayar penulis sesuai jenis artikelnya. Jika artikel yang kamu kirimkan berbentuk cerpen maka akan dibayar Rp 300.000, puisi Rp 250.000, esai Rp 300.000, rehal buku (resensi) Rp 200.000 dan hibernasi (artikel ringan) Rp 100.000

Untuk kamu yang ingin tulisannya diterbitkan dan mendapatkan bayaran dari situs Basabasi.co silahkan kirimkan hasil karyamu di sini. Jangan lupa perhatikan kriteria yang diajukan pihak Basabasi.co dalam menyeleksi tulisan yang akan diterbitkan.


Foto : Mojok.co


Untuk setiap artikel yang diterbitkan di Mojok.co bisa dihargai dari Rp10.000, sampai Rp150.000,. Bagi kamu yang ingin tulisannya diterbitkan di website Mojok.co silahkan kirimkan tulisanmu di sini dan tunggu sekitar seminggu sampai pihak mojok.co memutuskan, tulisanmu layak diterbitkan atau tidak.

Setiap situs tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Waktu yang diperlukan moderasi tulisan juga berbeda di setiap situs. Kamu harus bersabar, agar tulisanmu bisa tayang di sebuah situs selain menunggu waktu moderasi, kamu juga harus bersaing ketat dengan ribuan content writer. Namun semua itu akan terbayar jika tulisanmu berhasil diterbitkan dan mendapatkan fee.

Semua tergantung dari diri sendiri untuk memilih situs mana yang sesuai. Jika kamu memang hobi menulis, tentu kamu bisa mengirim tulisanmu ke berbagai macam media. Soal memperoleh penghasilan atau tidak bukanlah masalah jika menulis kamu lakukan dengan senang hati bukan hanya mengejar materi.
Saya sendiri selain menulis di Brilio juga menulis di blog saya sendiri dan menulis untuk dikirimkan ke media massa.  Menulis itu butuh komitmen dan harus konsisten. Bukan menunggu sempat untuk menulis tapi menyempatkan waktu untuk menulis. Bagi saya menulis sudah menjadi bagian hidup dan terasa ada yang kurang tanpa menulis. Bukankah pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar?

Monday, May 20, 2019

SUARA DIFABEL, AKU KAMU KITA SETARA

berbagi 7 kisah



Alhamdulillah di awal tahun 2019 saya mendapat kabar bahagia. Buku antologi saya yang ke-14, buku antologi ke-4 saya yang berhasil tembus di penerbit mayor dan buku ke-2 yang terbit di Penerbit Divapress sudah terbit.

Buku Antologi Berbagi 7 Kisah ini berisi kisah-kisah inspiratif yang patut kamu baca. 
Buku ini adalah buku kedua saya yang dibukukan di Penerbit Divapress (buku antologi pertama berjudul Kisah Pengguna Taksi Online)

Saat Penerbit Divapress mengadakan lomba menulis Berbagi 7 Kisah ini dan salah satu tema yang dilombakan adalah Suara Difabel, tanpa berpikir panjang saya langsung ikut lomba ini. Saya tulis apa yang ada di pikiran saya, kirim dan saat pengumuman ada nama saya sebagai salah satu pemenang.

Taraa ... dan yang istimewa dari buku antologi "Berbagi 7 Kisah" nama saya tertulis di cover buku (Semoga ini pertanda jika saya segera punya buku Solo ya. Aamiin )

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Laksamana Yogyakarta di tahun 2019 ini sengaja berisi tulisan kisah inspiratif dan nyata yang fokus pada 7 judul yaitu: Kehilangan Orang Terdekat, Curhat Pasangan LDR, Suara Difabel, Ta’aruf, Mengejar Idola, Tujuh Belas dan Imigrant dan Ekspatriat.

Dari segi penampilan, cover Berbagi 7 Kisah terdiri dari gambar dua perempuan (remaja dan dewasa) serta satu laki-laki. Tulisan 7 di highlight yang bermaksud menggambarkan 7 judul tema yang tersusun dengan pilihan warna cerah dengan cover yang didominasi warna putih. Menurut saya warna putih membuat tampilan buku menjadi hidup dan bersinar.


Judul buku : Berbagi 7 Kisah
Penulis : Yeni Endah, dkk
Penyunting : Athena
Tata sampul : Muhammad Abdul Hakim
Tata isi : Violetta
Pracetak : Wardi
Cetakan pertama : 2019
322 halaman 14x20cm
ISBN : 978-602-407-422-7
Harga : Rp.70.000,


Selama 19 tahun, lingkungan sosialisasiku dikelilingi orang-orang non difabel. Setelah bergantung pada besi beroda, tebersit keinginan dalam hati untuk mempunyai teman yang "senasib" denganku - Yeni Endah


Foto : Dokumentasi Pribadi



1. Suara Difabel
Berbagi 7 Kisah tentang Suara Difabel saya menceritakan bagaimana suka dan duka menjadi seorang difabel. Bagaimana pandangan masyarakat yang masih belum bersifat inklusi dari bentuk interaksi hingga sarana dan prasarana. Susahnya mendapat aksesibilitas di tempat umum. Padahal difabel adalah bagian dari masyarakat dan membutuhkan kesempatan yang sama dengan non difabel. Karena antara difabel dan non difabel adalah setara.

2. Kehilangan Orang Terdekat
Siapapun akan merasa kehilangan orang-orang terdekat yang pada saat hidupnya punya peran penting dalam diri dan kehidupan kita dari 9 kisah dengan beragam interpretasi dari topik ini, yaitu:
Kisah ini diawali oleh cerita saat ditinggalkan oleh suami tercinta, melewatkan hari-hari bersamanya, menuju suka dan duka bersama namun rencana Tuhan indah dibalik itu semua. Kisah kedua tentang kehilangan sosok kakek yang lembut dan dari beliau ada banyak nasehat serta hikmah yang tercurah melalui cerita-cerita kesehariannya. Kisah ketiga kehilangan sahabat dekat setelah bersama-sama dalam belajar dan mengisi hari-hari. Kisah keempat adalah saat ayah pergi, padahal memori tentangnya tak akan pergi. Kisah Kelima, kehilangan sosok teman. Kisah keenam dan ketujuh adalah kehilangan sosok Ibu dan anak.
Saya membaca cerita berbagi kisah tema kehilangan orang terdekat. Perasaan kehilangan dapat saya rasakan dari rangkaian kata, kalimat demi kalimat hingga mampu membuat saya menitikkan airmata. 
Membayangkan bagaimana tokoh dalam cerita, kehilangan orang yang dicintai, baik itu kehilangan orangtua, sahabat, ataupun kekasih.

Betapa mereka sosok yang tangguh, penuh perjuangan untuk menata kepingan hati untuk menatap masa depan yang lebih baik lagi. Tidak mudah untuk survive dan move on dari semua keadaan, namun mereka semua menyakini itulah yang telah Allah gariskan dan dibalik itu akan ada hikmahnya.

3. Curhat Pasangan LDR
LDR atau Long Distance Relationship kerap melanda bagi pasangan yang memutuskan untuk hidup berjauhan untuk sementara waktu. Betapa ribuan kilometer menjadi saksi bisu atas perjalanan, perjuangan cinta dua sejoli untuk menguatkan jalinan cinta dengan kesetiaan serta bagaimana para tokoh bisa mengatur seluruh keperluan dirinya serta anak-anaknya untuk terus menjadi perempuan yang survive menghadapi hubungan jarak jauh.

LDR memang nano-nano rasanya. LDR beda kota saja sudah menyiksa apalagi LDR beda negara. Namun dalam kisah ini dibeberkan bagaimana menjaga hubungan LDR dengan saling percaya dan setia akan ikatan suci di hadapan Allahlah yang akan melanggengkan semua rasa yang terpatri dalam jiwa.

4. Ta’aruf
Berbagi Kisah tentang Ta'aruf penulis membagikan cerita tentang kisah ta’aruf yang akhirnya gagal di tengah jalan, kisah proses ta’aruf yang begitu cepat, ta’aruf untuk mendapatkan pasangan yang seiya sekata, seirama dan penuh ridlo orang tua.

Ta’aruf yang selama ini selalu diidentikkan dengan ikhwan jenggotan (anak lulusan pesantren) hingga esensi pemahaman ta’aruf yang sesungguhnya, serta proses ta’aruf yang tidak selamanya berjalan dengan mulus.

5. Tujuh Belas
Memasuki usia tujuh belas pasti punya banyak cerita. Tujuh belas tahun adalah masa penuh warna, saat keinginan remaja untuk diakui sangat dominan. Masa tujuh belas ini identik dengan sweet moment. 5 cerita tentang makna tujuh belas disampaikan dengan beragam makna dan kisah. Ada yang mengisahkan bahwa masa tujuh belas adalah masa yang berat sehingga salah satu olahraga dapat mendamaikan itu semua. Kemudian ada rasa bahagia kala orang-orang terdekat mengingat hari ulang tahun, walaupun hanya dari balik telepon, hingga ada yang menggelar pesta ulang tahun hingga menghabiskan dana yang cukup fantastis, lalu seiring berjalannya waktu tokoh merasakah apa yang telah dilakukannya terlalu berlebihan lalu kisah tentang seseorang yang merenda mimipi untuk bisa kuliah, ia menuliskan harapannya di ulang tahun ke tujuh belas, dengan ridho kedua orang tua akhirnya ia bisa melanjutkan kuliahnya.

6. Imigrant dan Ekspatriat
Ada banyak alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya. 
Tak mudah memang menjadi imigran. Selain budaya yang sangat berbeda, sosok seorang immigrant diharuskan memiliki skil tertentu sehingga bisa hidup dengan nyaman. Kemudian kisah yang mengusung tentang menepis rasa cemburu saat suami memutuskan untuk bekerja di luar kota. Lalu cerita tentang suka duka di perantauan.

7. Mengejar Idola
Setiap orang pasti memiliki idola. Dalam kisah ini diceritakan bagaimana seseorang mengidolakan seorang penyanyi yang usianya lebih muda darinya dan dikira pedofil, perjuangan bertemu idola dan pengorbanan seseorang untuk memiliki barang-barang yang dimiliki sang idola.

Buku ini sangat bagus, sebagai bahan bacaan yang all in one book, ada 7 kisah dengan segala problematika bersatu dalam 1 buku. Saat membaca kisah-kisah inspiratif dari buku ini memberikan saya wawasan bariu tentang semua tema, juga dapat memetik hikmah dari semua kisah yang terangkum dalam buku "Berbagi 7 Kisah."

Selamat membaca!

Wednesday, May 15, 2019

BINGUNG MEMILIH SEKOLAH UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)? SLB? SEKOLAH INKLUSI ATAU HOMESCHOOLING?

SLB SEKOLAH INKLUSI HOMESCHOOLING




Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Apalagi mengenai pendidikan. Pasti orangtua tidak mau salah pilih bukan? Terlebih lagi mempunyai putra putri istimewa atau anak berkebutuhan khusus (ABK) 

Setiap anak berhak untuk sekolah termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Hak memperoleh pendidikan untuk ABK dilindungi oleh UU, Pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 70 tahun 2009 mengenai Pendidikan Inklusi. 

Sebelum memilih sekolah untuk ABK setiap orang tua harus tahu apa tujuan mereka menyekolahkan anak istimewanya adalah agar anak mendapat kesempatan bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas, memaksimalkan potensi yang dimiliki, dan menstimulasi kognitif yang terstruktur. 

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan bagi orangtua dalam memilih sekolah untuk ABK adalah 
1. Kondisi dan kemampuan anak. 
2. Jarak dan lokasi sekolah 
3. Fasilitas sekolah 
4. Program belajar 
5. Support dari orang sekitar 
6. Perhatian kepada anak 
7 Penerimaan terhadap kondisi ABK bisa melalui : 
a. Kondisi fisik melalui mata dan kemampuan anak 
b. Setiap anggota keluarga inti, saling memberikan “Full Support” 
c. Terbuka denga masukan positif dan bantuan dari orang lain selain keluarga inti 
d. Hindari pemaksaan dan menuntut kemampuan anak. 

Pendidikan zaman sekarang menurut saya sangat berat. Kenapa saya bisa bilang begitu? Saat saya sekolah, jadwal belajar di sekolah dari Senin sampai Sabtu mulai pukul 07.00-13.00. Sekarang sekolah dari hari Senin sampai Jumat pukul 07.00-16.00, belum lagi ditambah les. Wah, ngalahin orang kantoran ya? 

Bukannya pesimis, jujur saja apa ABK sanggup untuk mengikuti kurikulum seperti itu? Susah dan berat ya? Untuk beberapa ABK ada yang didampingi oleh shadow teacher di kelasnya. Meski sudah didampingi shadow teacher, tapi orangtua terlebih ibu harus tetap memantau perkembangan anak. 

Yang perlu diperhatikan mengenai shadow teacher adalah pertama punya kedekatan dan sayang dengan ABK. Itu yang paling penting, sudah pengalaman dan mengerti kurikulum sekolah serta belajar dan mengerti kondisi ABK terutama keterbatasan anak. 

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus ada tiga pilhan yang diambil untuk menempuh pendidikan yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Inklusi dan Homescooling


Jenjang pendidikan SLB mulai dari jenjang TKLB, SDLB hingga SMALB (Sumber Foto : Antara Foto)

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sekolah khusus bagi anak usia sekolah yang memiliki ”kebutuhan khusus”. Menurut Petunjuk Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1993, Lembaga pendidikan SLB adalah lembaga pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik yang menyandang kelainan fisik, mental, perilaku dan sosial agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan.

Jenjang pendidikan SLB mulai dari jenjang TKLB, SDLB hingga SMALB. Sedangkan jenis pendidikan Luar Biasa tersebut meliputi: 
1. SLB-A bagi peserta didik penyandang disabilitas netra,.
2. SLB-B bagi peserta didik penyandang Tuli.
3. SLB-C bagi peserta didik disabilitas grahita.
4. SLB-D bagi peserta didik disabilitas daksa.
5. SLB-E bagi peserta didik disabilitas laras ( anak dengan gangguan emosi, sosial dan perilaku)
6. SLB-G bagi peserta didik disabilitas ganda. 

Tujuannya anak sekolah di SLB adalah agar anak memperoleh pendidikan sesuai dengan karakteristik kedisabilitasan yang dimilikii dan dapat mengembangkan kemampuan secara optimal.

 Seorang ABK di sekolah inklusi didampingi shadow teacher (Sumber Foto : Satelit post)


Sekolah Inklusi adalah sekolah regular (umum) yang menerima ABK dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya. Dengan adanya sekolah inklusi, ABK dapat bersekolah di sekolah regular yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi. 

Di sekolah inklusi, ABK memperoleh hak yang sama yaitu mendapat pelayanan pendidikan dari guru pembimbing khusus dan sarana prasarananya. Prinsip mendasar dari pendidikan inklusi adalah selama memungkinkan, semua anak semestinya belajar bersama-sama tanpa memandang perbedaan fisik atau keterbatasan yang ada. Jadi setiap anak dapat diterima menjadi bagian dari sekolah tersebut, dan saling membantu dengan guru dan teman sebayanya maupun anggota masyarakat lain sehingga kebutuhan individualnya dapat terpenuhi. 

Tujuan sekolah inklusi adalah pendidikan untuk semua tanpa membedakan status, tingkat ekonomi, termasuk kemampuan anak. Meski belum semua sekolah menerapkan sistem inklusi yang sebenarnya inklusi bukan berarti hal itu tidak bisa diwujudkan. Jika ada dukungan dari semua pihak, sekolah inklusi akan terealisasi sepenuhnya. 

Homeschooling Kak Seto : metode alternatif belajar selain di sekolah (Sumber Foto : Suara.com)


Homeschooling (HS) adalah metode alternatif belajar selain di sekolah. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama. 

Secara harfiah, Homeschooling berarti "sekolah rumah" Jadi pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Dalam pendidikan homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak. Sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah. 

Walaupun orang tua menjadi penanggung jawab utama homeschooling, tetapi pendidikan homeschooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan oleh orang tua. Selain mengajar sendiri, orang tua dapat mengundang guru privat, mendaftarkan anak pada kursus, melibatkan anak-anak pada proses magang (internship), dan sebagainya. 

Proses homeschooling memang berpusat di rumah, tetapi, proses homeschooling umumnya tidak hanya mengambil lokasi di rumah. Para orang tua homeschooling dapat menggunakan sarana apa saja dan di mana saja untuk pendidikan homeschooling anaknya. 

Tujuan homeschooling adalah agar anak-anak bisa belajar dengan gayanya masing-masing serta waktu yang fleksibel. 

Sebagai difabel kelainan langka Friedreich's Ataxia, saya menempuh pendidikan di sekolah umum. Pada saat itu belum memgenal apa itu sekolah inklusi. Jadi untuk orangtua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebelum memasukkan ke sekolah yang tepat. Jika ABK tersebut, bisa diajak diskusi, maka ajaklah dia bicara. Sekolah seperti apa yang dia inginkan. Jangan hanya karena seorang anak memiliki keterbatasan fisik buru-buru didaftarkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan alasan klasik karena takut di-bully jika sekolah di sekolah umum (regular) dan jika di SLB bisa bertemu temannya yang "senasib" 

Jika ABK tersebut mempunyai kognitif yang baik, saya pikir tidak ada salahnya mencoba sekolah di sekolah reguler/umum. Keterbatan yang dimiliki ABK bisa didiskusikan dengan pihak sekolah untuk memberikan aksesibitas sesuai kebutuhan.