KOMPETISI YANG MEMBAWAKU TERBANG KE NEGERI GINSENG

October 27, 2026

 

Setiap orang pasti mempunyai impian, baik untuk dirinya sendiri atau orang lain. Namun terkadang, ketika menceritakan impian pada orang lain, sering dianggal hal yang mustahil. Terlebih jika impian itu dirasa terlalu tinggi bagi mayoritas orang. Namun, di dunia ini tidak ada hal yang mustahil. Jika Allah sudah berkehendak, Kun Fa Ya Kun. Terjadi maka terjadilah! Allah dapat mengabulkan doa hamba-Nya yang mustahil dengan cara yang mustahil. Siapa sangka hobiku mendengar musik K-Pop dan menonton K-drama bisa membawaku mengunjungi Negeri Ginseng di tahun 2023 dengan jalan yang tak disangka-sangka.


Awal Mula Ikut Kompetisi TIK 2022

Aku melihat info tentang pelatihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Bagi Disabilitas yang diadakan oleh BAKTI Kominfo yang sekarang berganti nama menjadi BAKTI KOMDIGI di Instagram. Setelah membaca dengan seksama persyaratan mengikuti pelatihan, aku langsung tertarik. Tanpa berpikir panjang aku segera mendaftar. Niatku ikut pelatihan, tentu saja untuk menambah ilmu pengetahuan dan relasi pertemanan. Apalagi pelatihan diadakan secara daring karena saat itu sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Memudahkan bagiku yang memiliki kendala mobilitas.

Aku lolos dan diterima sebagai peserta pelatihan TIK Nasional Bagi Disabilitas 2022 kategori content creator tingkat pengenalan setelah melalui proses interview. Ada lebih dari 2000 peserta yang mendaftar dari 34 provinsi termasuk dari daerah 3T. Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta aku mengikuti pelatihan selama sebulan, dari hari Senin sampai Jumat. Pelatihan dimulai dari belajar mandiri dari LMS dengan mengunduh dan mempelajari materi yang diberikan persesi. Belajar bersama mentor melalui zoom hingga mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan di setiap sesi. 


Baca juga: Mengenal Samgyetang, Sup Ayam Ginseng dari Korea 


Di sesi terakhir, para peserta yang mengikuti kompetisi tingkat regional. Tidak semua peserta berhak mengikuti kompetisi. Ada persyaratan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Peserta yang gagal disebabkan karena tidak memenuhi JP yang ditentukan. Tidak ikut zoom dan tidak menyelesaikan tugas yang diberikan oleh mentor.

Alhamdulillah, aku lolos dan berhak mengikuti kompetisi regional content creator tingkat pengenalan. Ada tiga konten yang diperlombakan yaitu konten teks, gambar atau video. Tentu aku membuat konten berupa teks atau tulisan yang aku posting di blog.

"Sebenarnya aku juga bisa membuat konten video, tapi kan masih taraf belajar. Kenapa tidak membuat konten yang aku mumpuni di bidangnya," ucapku mantap.


Juara Kompetisi Regional dan Melaju ke Kompetisi Nasional

Handphoneku tidak berhenti berbunyi. Ada banyak pesan yang menyebut namaku di grup peserta Content Creator Pengenalan.

"Duh, kok banyak banget ya yang kirim pesan ke WhatsApp-ku. Ada apa ya?" tanyaku penasaran. Aku lalu membuka pesan di grup. Satu persatu aku membaca pesan dari teman-teman.

"Selamat Kak Yeni Juara 1."

"Selamat Kak, melaju ikut kompetisi Tingkat Nasional. Semangat Kak."

"Keren Kak."

"Luar biasa Kak Yeni. Ikut senang."

Berbagai perasaan menyelimuti hatiku waktu itu. Terharu, bahagia dan bangga. Bagaimana tidak senang dan bangga? Dari ribuan peserta difabel dari seluruh Indonesia yang mengikuti kompetisi regional. Namaku terpilih menjadi juara 1 tingkat regional 3. Itu artinya aku akan berjuang ke tahapan berikutnya yaitu Kompetisi Tingkat Nasional.

Baca juga: Mencicipi Bingrae, Susu Korea Selatan yang Segar dan Menyehatkan


Awalnya aku berpikir jika Kompetisi Tingkat Nasional dilakukan secara daring ternyata diselenggarakan luring di Jakarta. Ketika panitia menghubungiku untuk meminta konfirmasi ketersediaanku berangkat ke Jakarta. Aku sempat dilanda kegalauan. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, ternyata mereka tidak bisa mendampingiku karena satu dan lain hal.

"Duh, sayang sekali kalau aku nggak ikut kompetisi TIK Nasional  yang diadakan oleh BAKTI Kominfo karena tidak semua orang mendapatkan pengalaman tersebut," pikirku dalam hati.

Kemudian aku mencoba lagi untuk berdiskusi dengan Ibu. 

"Pokoknya aku harus berangkat ke Jakarta," tekadku kuat. 

Ibu lalu memberikan solusi, agar aku bisa tetap bisa ke Jakarta tanpa didampingi Ibu. Ibu menyarankan dan mencoba meminta Ibu Noviana Dibyantari, founder dan inisiator Komunitas Sahabat Difabel-- komunitas tempatku bergabung untuk mendampingi ke Jakarta. Akhirnya aku memberanikan diri menghubungi beliau. Alhamdulillah, beliau bersedia mendampingi. Segera aku memberitahu kabar bahagia tersebut kepada Ibu. Begitu menyampaikan kabar tersebut, Ibu terlihat lega. Namun aku bisa melihat raut kekhawatiran pada wajah Ibu.

"Ada apa Bu?" tanyaku ragu.

"Selama ini kamu belum pernah pergi jauh tanpa ibu. Apalagi sampai 6 hari," jawab Ibu lirih.

"Insya Allah aku bisa bu. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Ini saatnya aku belajar mandiri. Ibu nggak usah khawatir. Semua akan baik-baik saja."

Bukanlah hal yang mudah untuk meyakinkan ibu. Aku mengerti perasaan beliau. Namun melihat keinginanku yang kuat, ibu melepasku pergi ke Jakarta.

Begitu mendapat restu dari ibu. Aku segera menghubungi panitia untuk mengkonfirmasi kehadiranku  beserta pendamping. Lagi-lagi menuju proses kemandirian itu bukanlah hal yang mudah. Terlebih masalah aksesibilitas. Tidak semua maskapai penerbangan menyediakan pelayanan yang ramah dan akses bagi difabel. 

Aku berdiskusi dengan pihak panitia tentang kekhawatiran yang aku rasakan. Alhamdulilah pihak panitia mengerti dan menyediakan maskapai yang aksesibel bagi difabel fisik pengguna kursi roda sepertiku.


Kompetisi TIK untuk Disabilitas 2022

Suasana Kompetisi (Dok. BAKTI KOMDIGI)


Ada 4 kategori lomba yaitu Content Creator, Digital Marketing, Digital Office, dan Digital Public Relations. 

Aku mengikuti Kompetisi Content Creator tingkat Pengenalan. Ketika mengikuti kompetisi, alu tidak memasang target apapun. Sesuai pesan Ibu aku mengikuti kompetisi dengan tanpa beban, enjoy, dan dijadikan pengalaman. 

Bisa berada di Jakarta bersama teman-teman difabel dari seluruh Indonesia saja aku sudah sangat bersyukur. Meski memiliki keterbatasan fisik, tapi mereka memiliki kemampaun di luar batas. 

Alhamdulillah, ketika pegumuman, aku memperoleh juara 1 Tingkat Nasional Bagi Disabilitas Kategori Content Creator Tingkat Pengenalan Piala Menteri BAKTI KOMINFO 2022. Sebagai apresiasi para juara 1 akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Saat Pak Menteri menyatakan hal tersebut, tidak terlintas sama sekali dalam benakku untuk mengunjungi Negeri Ginseng itu. Aku baru mengetahuinya sebulan kemudian. 

Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.


Alhamdulillah (Foto : Dok. Pribadi)



You Might Also Like

0 komentar

Subscribe